Pengenalan CodeIgniter

Pengenalan CodeIgniter

Apa itu CodeIgniter?

Codeigniter adalah sebuah framework PHP yang menggunakan pola desain (design pattern) MVC (Model View Controller). CodeIgniter pertama kali  dirilis pada 28 Februari 2006. Versi stabil terakhir adalah versi 3.0.4

CodeIgniter pertama kali ditulis oleh Rick Ellis seorang musisi rock yang beralih profesi menjadi programmer dalam riset kecil-kecilannya menghasilkan suatu framework PHP yang berukuran kecil, ringan serta memenuhi fitur umum aplikasi PHP. Namun, sejak tahun 2014 CodeIgniter telah dimiliki oleh British Columbia Institute of Technology (BCIT).

Pada CodeIgniter mempunyai konsep MVC yaitu:

1.Model

Model merupakan suatu fungsi yang digunakan untuk mengelola database pada sebuah web untuk menangani struktur data dari controller.

2.View

View merupakan bagian untuk mengelola tampilan dari website itu sendiri, view bisa disebut sebagai user interface dalam sebuah website yang diatur dibagian controller.

3.Controller

Controller merupakan kunci dalam konsep MVC ini, karena cotroller berfungsi untuk menghubungkan model dengan view.

1. Kelebihan CodeIgniter

  • Performa yang cepat: Codeigniter merupakan framework yang paling cepat dibandingkan framework yang lain. Karena tidak menggunakan template engine dan ORM yang dapat memperlambat.
  • Konfigurasi yang minim (nearly zero configuration): untuk menyesuaikan dengan database dan keleluasaan routing tetap diizinkan melakukan konfigurasi dengan mengubah beberapa file konfigurasi seperti database.php atau autoload.php, namun untuk menggunakan codeigniter dengan setting standard, anda hanya perlu mengubah sedikit pada file di folder config.
  • Memiliki banyak komunitas: Komunitas CI diindonesia cukup banyak, tutorialnya mudah dicari dan sedang banyak peminatnya.
  • Dokumentasi yang lengkap: Codeigniter disertai dengan user_guide yang berisi dokumentasi yang lengkap.
  • Mudah dipelajari: CI sangat mudah dipelajari dan lebih mudah dimengerti  Karena CI tidak terlalu bergantung pada tool tambahan seperti composer, ORM, Template Engine, dll.

2. Instalasi CodeIgniter

Langkah-langkah:

  1. Download Codeigniter;
  2. Ekstrak CI ke htdocs.

3. Setelah selesai melakukan instalasi codeigniter selanjutnya adalah konfigurasi base url yang terdapat pada folder application/config/config.php. Lalu pada bagian kode dibawah ini:

$config['base_url'] = '';

Ubahlah menjadi:

$config['base_url'] = 'http://localhost/codeigniter';

4. Setelah semuanya sudah sesuai, buka browser dan ketikan url http://localhost/codeigniter Jika berhasil maka tampilannya akan seperti ini:

3. Struktur Direktori CodeIgniter

Tedapat 2 direktori penting di dalam CI:  application dan  system. Selain itu terdapat juga direktori user_guide dan beberapa file lainnya. Berikut penjelasannya:

  1. Application berisi semua kode aplikasi. Di dalam direktori inilah kita akan menulis semua kode aplikasi kita.
  2. System berisi kode-kode inti dari Codeiniter. Jangan mengubah apapun di dalam direktori ini. Jika kita ingin upgrade versi, kita cukup me-replace direktori ini dengan yang baru.
  3. Tests berisi kode untuk melakukan unit testing.
  4. User_guide berisi dokumentasi codeigniter. Kita bisa menghapus direktori ini saat web sudah jadi.
  5. .editor_config berisi konfigurasi untuk teks editor.
  6. .gitignore berisi daftar file dan folder yang akan diabaikan oleh Git.
  7. comspoer.json adalah file yang berisi keterangan project dan keterangan library yang digunakan. File ini dibutuhkan oleh composer.
  8. contributing.md adalah file yang berisi penjelasan cara berkontribusi di proyek CI. Kita bisa menghapus file ini, apabila web sudah jadi.
  9. license.txt adalah file yang berisi keterangan lisensi dari CI.
  10.  readme.rst sama seperti file contributing.md file ini berisi penjelasan dan informasi tentang project CI. Kita juga bisa menghapus file ini saat web sudah selesai
  11. index.php adalah file utama dari CI. File yang akan dibuka pertamakali saat kita mengakses web.

Selanjutnya buka direktori application

  • Cache berisi cache dari aplikasi.
  • Config berisi konfigurasi aplikasi.
    • autoload.php tempat kita mendefinisikan autoload;
    •  config.php konfigurasi aplikasi;
    • constants.php berisi konstanta;
    • database.php konfigurasi database aplikasi;
    • doctypes.php berisi definisi untuk doctype HTML;
    • foreign_chars.php berisi karakter dan simbol;
    • hooks.php berisi konfigurasi hooks;
    • index.html untuk mencegah direct access;
    • memcached.php untuk berisi konfigurasi untuk memcached;
    • migration.php konfigurasi untuk migrasi;
    • mimes.php berisi definisi tipe file;
    • profiler.php konfigurasi untuk profiler;
    • routers.php tempat kita menulis route aplikasi;
    • smileys.php berisi kode untuk emoji;
    • user_agents.php berisi definisi untuk user agents.
  • controller berisi kode untuk controller.
  • core berisi kode untuk custom core.
  • helpers berisi fungsi-fungsi helper.
  • hooks berisi kode untuk script hook.
  • language berisi string untuk bahasa, apabila web mendukung multibahasa.
  • libraries berisi library.
  • logs berisi logs dari aplikasi.
  • models berisi kode untuk model.
  • thrid_party berisi library dari pihak ketiga.
  • views berisi kode untuk view.
  • index.html file html untuk mencegah direct access.
Download Tutorial